Demikian diungkapkan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/1/2009).
"Dia (Rice) jadi malu. Resolusi yang dia siapkan dan atur, tapi pada akhirnya dia tidak memberikan suara dukungan," kata Olmert dalam pidato di Kota Ashkelon, Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Olmert, Rice awalnya ingin mendukung resolusi tersebut bersama-sama 14 negara anggota lainnya. Namun pemerintah Israel tidak ingin itu terjadi.
"Saya bilang: hubungkan saya dengan Presiden Bush di telepon. Mereka bilang dia sedang memberikan pidato di Philadelphia," kata Olmert.
"Saya bilang saya tak peduli. Saya perlu bicara dengan dia (Bush) sekarang. Dia pun turun dari podium dan bicara dengan saya," imbuh Olmert.
Olmert kemudian mengatakan pada Bush kalau AS tak bisa mendukung resolusi tersebut. "Dia (Bush) kemudian menelepon menlu dan menyuruhnya untuk tidak memberikan suara dukungan," ujar pemimpin negeri Yahudi itu.
Namun pejabat Departemen Luar Negeri membantah klaim Olmert tersebut. "Mr. Olmert salah," ujar pejabat yang minta dirahasiakan identitasnya itu.
Dikatakannya, Rice sejak awal memang direncanakan untuk abstain. "Itu rencananya," tutur pejabat tersebut. "Pemerintah Israel tidak menetapkan kebijakan AS," pungkasnya.
(ita/iy)











































