Jayne Soliman pingsan di rumahnya di Bracknell England ketika dirinya hamil 25 minggu. Wanita berumur 41 tahun itu sebelumnya mengeluh sakit kepala.
Demikian diberitakan harian Inggris, The Sun dan dilansir News.com.au, Selasa (13/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ada secercah harapan. Para dokter yakin meski Soliman telah mati otak, namun janin dalam kandungannya mungkin bisa diselamatkan.
Soliman pun diberikan steroid dosis tinggi untuk membantu paru-paru bayi berkembang. Dua hari kemudian, seorang bayi perempuan yang diberi nama Aya Jayne lahir melalui operasi caesar. Beratnya cuma 0,95 kilogram.
Bayi mungil itu dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Royal Berkshire dan kondisinya baik.
Menurut sahabat Soliman, David Phillips, suami wanita itu, Mahmoud masih terguncang setelah kehilangan istrinya. "Dia mengalami hari terbaik dan terburuk dalam hidupnya hanya dalam jangka waktu yang begitu singkat," ujar Phillips.
"Ini hal yang tak bisa Anda bayangkan: mematikan mesin penunjang kehidupan istri Anda dan kemudian melihat anak perempuan Anda yang baru lahir," pungkas Phillips. (ita/iy)











































