"Harusnya pemerintah SBY hari ini berani menetapkan harga BBM Rp 3.800 (premium) dan ini sudah plus 10 persen PPN. Sebagaimana keterangan Menteri Keuangan, BBM sudah tidak disubsidi lagi. Masa pemerintah mau ambil untung dari rakyat?" ujar Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Senin (12/1/2008).
"Harga ini asumsinya BBM tidak diolah di Indonesia. Kalau Minyak diolah di dalam negeri harganya pasti dibawar Rp 3.800," imbuh politisi berkacamata ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya PT Pertamina sebagai pemerintah memperhatikan hal ini. Bukannya bukannya keuntungan Pertamina per barrel sudah jelas (kira-kira US$ 3,2-alpha 8 persen)," pungkasnya. (irw/irw)











































