"Di satu sisi ini menguntungkan politik SBY, di sisi lain ini bisa jadi blunder juga apabila tidak bisa mempertahankan harga BBM," kata Ketua FPKS Mahfudz Siddiq kepada detikcom senin (12/1/2008).
"Ini harus diapresiasi, tetapi pertanyaan besarnya adalah apabila nanti setelah pemilu harga minyak dunia melonjak, apakah pemerintah sanggup mempertahankan harga BBM?" tanya Mahfudz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang masyarakat tidak merasakan manfaatnya maka mereka akan melihat kebijakan ini sebagai kebijakan bernuansa politik," jelasnya.
Pemerintah menurunkan harga BBM untuk ketiga kalinya per 15 Januari 2009. Harga premium turun dari Rp 5.000 per liter menjadi Rp 4.500 per liter, Solar turun dari Rp 4.800 menjadi Rp 4.500 per liter, sementara harga minyak tanah tetap 2500 per liter. (van/irw)











































