"Katakanlah ada muatan politis, so what kalau begitu, nggak ada salahnya. Apapun motif di balik itu yang penting masyarakat diuntungkan dengan kebijakan ini," kata ungkap Ketua FPPP, Lukman Hakim Syaifudin, kepada detikcom, senin (12/1/2009).
Menurut Lukman, penurunan harga BBM sudah seharusnya dilakukan pemerintah sebagai implikasi dari penurunan harga minyak dunia. Dia berharap sektor real dapat terbantu menjadi pulih kembali dengan penurunan harga BBM ini.
Kebijakan penurunan harga BBM memang menguntungkan SBY karena akan meningkatkan popularitasnya menjelang pilpres 2009. Namun, menurut pria berkacamata ini, kebijakan tersebut memudahkan masyarakat menilai seperti apa pemerintahan SBY sebenarnya.
Pemerintah menurunkan lagi harga BBM mulai 15 Januari 2009. Harga premium turun dari Rp 5.000 per liter menjadi Rp 4.500 per liter. Untuk solar turun dari Rp 4.800 menjadi Rp 4.500 per liter. (van/irw)











































