"Jangan sampai kita dikuasai Organda. Yang menentukan tarif itu pemerintah, yang dalam hal ini adalah gubernur dan DPRD. Organda harus patuh kepada pemerintah. Kalau tidak mau cabut saja izinnya," kata Ben.
Hal ini disampaikan Ben di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
jadi suku cadang ya naik 8 persen. Sementara, harga minyak turun dari U$ 150 jadi U$ 40," beber dia.
"Kalau dihitung prosentasenya sudah merosot 25 persen. Pemerintah saja
sudah menurunkan bensin, kenapa Organda nggak mau?," cetus dia.
Politisi PDS tersebut menambahkan, fluktuasi harga BMM tidak hanya terjadi
di Indonesia. Tetapi juga terjadi di luar negeri. "Industri angkutan seharusnya juga
menyesuaikan," kata dia.
Sekretaris Organda DKI Jakarta TR Panjaitan sebelumnya mengatakan, Organda tidak dapat menurunkan tarif angkutan umum dikarenakan harga suku cadang mahal karena ditentukan oleh dolar AS.
(alf/aan)











































