"Kita sudah berangkatkan 3 KRI dan 1 Pesawat Nomad untuk melakukan pencarian 267 penumpang dan ABK yang belum ditemukan," jelas Kadispen Armatim, Letkol (Laut) Toni Syiful saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (12/1/2009).
Menurut Toni, pihaknya sengaja menurunkan pesawat yang bertujuan untuk mencari korban yang terkatung-katung di perairan. "Kita akan cari mereka karena kita berharap mereka masih ada di atas perairan. Oleh karena itu, kita turunkan 1 pesawat untuk mencari posisi mereka jika kemungkinan ada yang terkatung-katung," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KM Teratai Prima tenggelam di perairan Tanjung Batu Roro, Sedana Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Hingga kini baru 22 orang korban selamat, termasuk nakhoda kapal, yang ditemukan. Padahal KM naas itu mengangkut sekitar 250 penumpang dengan 17 ABK. (fat/djo)










































