Listrik di dua kecamatan terpisah ini dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrolik (PLTMH). Tercatat empat PLTMH di dua kecamatan ini rusak parah, akibat banjir bandang sepanjang Sabtu dan Minggu kemarin.
Power house (gedung pembangkit) PLTMH ini roboh dan rata dengan tanah. Sementara turbin dan generator juga rusak karena tertimbun lumpur dan kayu gelondongan, yang dibawa air bah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak banjir sudah tidak berfungsi lagi," terang Heriyadi. Saat penggunannya tahun 2002 lalu, PLTMH ini diresmikan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro.
Tiga PLTMH melayani 501 Kepala Keluarga di kecamatan Narmada. Sementara satu PLTMH melayani 598 Kepala Keluarga di Batukliang Utara. "Butuh waktu empat bulan untuk membuat empat PLTMH ini beroperasi kembali. Yang kita pikirkan sekarang uangnya,β" tambah Heriyadi lagi.
Terpisah, Deputy Manager Komunikasi PLN Wilayah NTB yang dihubungi detikcom via telepon Senin siang, mengatakan, PLN tidak bisa intekoneksi daya ke jaringan PLTMH. Pasalnya jaringan juga rusak akibat banjir. Saat ini, pihaknya tengah menginventarisir kerusakan itu.
"βDi beberapa daerah termasuk di Mataram, kita juga melakukan pemadaman bergilir selama sepekan ke depan. Banyak jaringan rusak karena ditimpa pohon," katanya.
(djo/djo)











































