Ketika hal itu ditanyakan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal, dia mengatakan, "Majene memang daerah yang perlu diwaspadai. Nanti akan dicari tata cara (melalui daerah itu)."
Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sri Woro B Hardjono mengatakan sudah mengeluarkan warning tentang tinggi gelombang laut di Perairan Majene lebih dari 2,5 meter untuk periode 10 Januari sampai 11 Januari 2009. Informasi sudah disampaikan pada administrator pelabuhan, bagian kenavigasian Ditjen Hubla, termasuk pihak operator pelayaran. Informasi itu berlaku untuk satu pekan, namun di-update per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan Januari 2009, imbuh dia, di bagian selatan khatulistiwa sedang musim hujan. Pada 11 Januari 2009, citra satelit menunjukkan ada tutupan awan di Majene. "Di Majene ada pertemuan angin, 3 hari berlangsungnya," kata perempuan itu.
Menurut dia, kecepatan angin di perairan itu saat kejadian hingga saat ini mencapai 84 kilometer per jam. "Padahal batasan kecepatan angin yang berbahaya adalah 56 kilometer per jam," jelas Woro. (nwk/nrl)











































