Pemerintah Cari Tata Cara Lewati 'Segitiga Bermuda' Majene

Pemerintah Cari Tata Cara Lewati 'Segitiga Bermuda' Majene

- detikNews
Senin, 12 Jan 2009 15:19 WIB
Pemerintah Cari Tata Cara Lewati Segitiga Bermuda Majene
Jakarta - Perairan Majene, Sulawesi Barat, kembali memakan korban. Setelah AdamAir yang jatuh pada 1 Januari 2007, kini giliran KM Teratai Prima yang tenggelam. Apa ada fenomena alam seperti Segitiga Bermuda di Perairan Majene?

Ketika hal itu ditanyakan kepada Menteri  Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal, dia  mengatakan, "Majene memang daerah yang perlu diwaspadai. Nanti akan dicari tata cara (melalui daerah itu)."

Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sri Woro B Hardjono mengatakan sudah mengeluarkan warning tentang tinggi gelombang laut di Perairan Majene lebih dari 2,5 meter untuk periode 10 Januari sampai 11 Januari 2009. Informasi sudah disampaikan  pada administrator pelabuhan, bagian kenavigasian Ditjen Hubla, termasuk pihak operator pelayaran.  Informasi itu berlaku untuk satu pekan, namun  di-update per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi seperti ini akan berkurang sampai 17 Januari 2009. Kira-kira  ketinggian ombak di atas 2,5 meter. Berbahaya bagi perahu nelayan dan  tongkang," ujar Woro dalam jumpa pers di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat,  Jakarta Pusat, Senin (12/1/2009).

Pada bulan Januari 2009, imbuh dia, di bagian selatan khatulistiwa sedang  musim hujan. Pada 11 Januari 2009, citra satelit menunjukkan ada tutupan awan di Majene. "Di Majene ada pertemuan angin, 3 hari berlangsungnya," kata perempuan itu.

Menurut dia, kecepatan angin di perairan itu saat kejadian hingga saat ini mencapai 84 kilometer per jam. "Padahal batasan kecepatan angin yang  berbahaya adalah 56 kilometer per jam," jelas Woro. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads