Keterangan yang dihimpun dari warga, jenazah Susilawati (15) telah ditemukan di atap rumah seorang warga. Sedangkan Reni (Asnawati (13) hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi saat ABG itu hendak pulang ke rumah bersama beberapa kerabatnya. Sehabis mengantar beberapa sanak saudaranya yang hendak ke Kelimantan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, rombongan Reni dan Susilawati pun pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika di atas jembatan, air bah datang. Susi dan Reni dan Ayahnya, Sabardi hanyut," kata seorang warga.
Beruntung Sabardi selamat karena tubuhnya tersangkut pohon pisang. Namun tubuh kecil Reni dan Susi hanyut terbawa arus.
"Lima orang berpegangan dan selamat," lanjut warga tersebut.
Air bah itu juga yang akhirnya menenggelamkan ratusan rumah warga di Desa Banyu Urip. Tim sar tidak bisa langsung mencari Susi dan Reni karena kondisi sangat gelap.
Setelah jenazah Susi ditemukan, tim SAR terus melanjutkan pencarian Reni. Pencairan dilakukan hingga muara sungai Banyu Urip di Teluk Enduk, Gerung. Meski belum ditemukan, keluarga mengira Reni telah tewas karena tidak bisa berenang.
Jenazah Susi sore ini dimakamkan. Histeris dan jerit tangis keluarga, mengantarkan siswi kelas III Mts Qomarul Huda ini di tempat peristirahatannya terakhir. (ken/iy)











































