Warga menuturkan, kejadian itu mendadak. Tiba-tiba saja mereka mendengar suara angin menderu keras. ββTahu-tahu atap rumah sudah terlempar,ββ tutur Anam (35), warga setempat yang terpaksa memperbaiki atap rumahnya dengan seng, Minggu (11/1/2009).
Marsono, Kepala Lingkungan Monjok mengatakan, sedikitnya ada empat rumah roboh. Sisanya ada yang atapnya hilang. Sebagian rumah yang rusak adalah rumah beratap seng dan genteng. Sementara rumah dengan konstruksi beton, aman dari terjangan angin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan tidak ada korban jiwa dan luka-luka, akibat angin puting beliung itu. Saat kejadian, warga memang masih beraktivitas. Menurut pengakuan warga, puting beliung itu adalah kejadian pertama, sejak mereka mendiami kampung yang berada di tengah-tengah Kota Mataram ini. (iy/iy)











































