"Kita harus membawa paradigma baru di tubuh MA. Harus lebih transparan. Juga biaya-biaya perkara harus lebih terbuka dan diketahui publik," jelas Harifin ketika menggelar konferensi pers usai bermain golf di Golf Bogor Raya, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/1/2008).
Meskipun telah mengumbar janji, Harifin tetap menyerahkan proses pemilhan pada hakim agung. "Rapat pleno pimpinan MA memutuskan semua hakim agung memiliki kesempatan dan hak untuk memilih dan dipilih. Saya serahkan pada para hakim agung. Saya tidak mempersiapkan diri secara khusus, karena semua hakim agung punya hak yang sama," kata Harifin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Harifin juga membantah jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk dicalonkan sebagai ketua MA. Harifin menjadi perhatian menyusul peristiwa ambruknya dirinya saat melantik tiga hakim di lingkungan MA pada 30 Desember lalu.
"Kram pada kaki saya waktu itu bukan merupakan penyakit serius. Semua orang, bisa juga bisa mengalami kram, anak muda pun bisa," tutur hakim agung yang berusia 66 tahun ini.
Sekadar diketahui, kursi MA yang kosong, karena Ketua MA Bagir Manan sudah memasuki masa pensiun pada November 2008 hingga diperlukan pemilihan ketua MA yang baru. (gun/djo)










































