"Kalau dari sisi realistis, harus diukur dari negara mana, harus ada perbandingan dengan negara mana? Sebab, kalau untuk realistis harus diukur dari mana, kalau tidak nanti teman-teman akan keberatan," kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi PBB, Ali Muchtar Ngabalin, usai dialog Rekonsiliasi Partai Politik Islam di Universitas Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2009).
Menurut Ngabalin, agenda yang dihadapi Indonesia yang begitu besar, tapi budget yang tersedia di parlemennya sangat sedikit menjadi permasalahan. "Jadi, kalau dibilang realistis atau tidak harus ada perbandingan dengan yang mana, karena budget yang dipakai parlemen harus punya ukuran, selarang kita punya ukuran, budget yang kita pakai dari negara sesuai dengan keperluan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pada penghujung akhir tahun 2008, anggaran DPR untuk tahun 2009 ditetapkan Rp 2,21 triliun. Artinya, tahun ini mengalami kenaikan Rp 300 miliar dari anggaran tahun 2008 yang berjumlah Rp 1,7 triliun. Sementara, untuk budget studi banding ke luar negeri tahun ini ditetapkan sebesar Rp 118,1 miliar. (zal/djo)











































