Pembangunan Pusat Informasi Majapahit Diminta Ditinjau Ulang

Pembangunan Pusat Informasi Majapahit Diminta Ditinjau Ulang

- detikNews
Sabtu, 10 Jan 2009 12:59 WIB
Yogyakarta - Pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur, diminta tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Sebab dikhawatirkan, hal itu justru akan merusak situs Trowulan di sekitar lokasi pembangunan Pusat Informasi Majapahit.

Desakan itu disampaikan puluhan mahasiswa arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menggelar aksi di Tugu Yogyakarta, Sabtu (10/1/2008).

Dalam orasinya, para mahasiswa mengingatkan agar pembangunan Pusat Informasi Majapahit ditinjau ulang. Sebab ada indikasi hal itu justru akan merusak berbagai peninggalan bersejarah d situs Trowulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situs Trowulan harus dilestarikan karena sebagai salah satu identitas bangsa dan jadi warisan budaya yang tak ternilai harganya. Itu juga melanggar UU benda cagar budaya," kata salah seorang peserta aksi.

Sejumlah dosen dan arkeolog Yogyakarta juga turut mendampingi aksi tersebut. Prof Inajati Adrisijanti di sela-sela aksi mengatakan, proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit harus dihentikan seterusnya bukan sementara. Pembangunan proyek itu harus mengikuti kaidah-kaidah atau prinsip arkeologi.

"Bukan asal membangun di atas sebuah situs, harus ada studi kelayakan, penelitian lokasi apakah tempat itu sebuah situs atau bukan," kata staf pengajar jurusan arkeologi ugm itu.

Dia menilai pembangunan itu tergesa-gesa karena didanai sebagai proyek yang hrs diselesaikan dalam waktu cepat. "Mau melestarikan tapi malah merusak dan tidak mengikuti kaidah atau prosedur arkeologi," ungkap Inajati.

Dalam aksinya, para mahasiswa membawa berbagai poster. Mereka juga mengusung sebuah spanduk besar bertuliskan 'Hentikan Pengrusakan Warisan Budaya' pada barisan depan. Mahasiswa lain ada yang membawa poster bertuliskan 'Tinjau Ulang Pusat Informasi Majapahit', 'Save Our Heritage', dan 'Hujan Duit di Trowulan'. (bgs/djo)


Berita Terkait