Cara ini banyak dipakai caleg wanita. Seperti pantauan detikcom di Palembang. Caleg wanita itu menyematkan nama bapak dan suaminya yang sudah tenar dalam media seperti baliho, spanduk, banner, kalender, poster, hingga kartu nama.
Seorang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) misalnya. Yang menyebut nama bapak di belakang namanya. 'Pearca binti Herman Deru', begitu yang terpampang hampir di semua baliho yang banyak tersebar di Palembang dan daerah lain di Sumatra Selatan.
Maklum, Herman Deru, bapak Pearca, adalah bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur).
Ada pula seorang istri lurah yang bernama Maznah Alisastro. Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang dari Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia ini, pada kartu nama yang disebarkan ke masyarakat selain menuliskan misinya, 'Memperjuangkan pembangunan daerah pinggiran' dan 'Memperjuangkan kerja kaum perempuan', juga menuliskan diri sebagai 'Istri Drs. Alisastro, MBA, Lurah Sei-Selincah'. Tak cukup hanya itu, Maznah juga mencantumkan keterangan lain bahwa suaminya adalah mantan lurah 3 Ilir, 11 Ilir dan 2 Ilir. (tw/nwk)











































