"Kami berusaha menemui Presiden Mesir, namun beliau tidak bersedia ditemui dengan alasan waktunya tidak tepat," kata Hidayat di Kantor DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (9/1/2009).
Namun demikian mantan Presiden PKS itu berhasil mengadakan pertemuan langsung dengan 13 pimpinan negara-negara Timur Tengah. Hasil pertemuan adalah kesepakatan melanjutkan lobi dan tekanan pada pemerintah Mesir agar bersedia membuka pintu perbatasannya dengan Palestina di Rafah bagi para sukarelawan kemanusiaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbatasan Rafah merupakan satu-satunya jalur menuju Palestina yang tidak dijaga oleh militer Israel. Oleh karenanya jalur ini menjadi harapan para sukarelawan dari segala penjuru dunia untuk bisa menyampaikan bantuan mereka pada rakyat Palestina.
Sayangnya pihak Mesir berkeras tidak bersedia membuka gerbang Rafah kecuali ada persetujuan dari pihak Israel. Tanpa ada jaminan keselamatan dari Israel, maka gerbang Rafah tetap tertutup baik bagi warga Palestina yang berusaha keluar dari blokade atau masuknya bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru dunia ke Jalur Gaza.
(lh/iy)











































