Petugas palang merah internasional yang bertugas mengumpulkan jenazah mengaku, harus bermain kucing-kucingan dengan tentara Israel. Alasannya, relawan juga menjadi korban serangan membabi buta di wilayah jantung kota Gaza.
"Kami menemukan 4 anak kelaparan di samping jenazah orang tuanya," ujar salah seorang anggota Palang Merah Internasional (ICRC) sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (9/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses Evakuasi Semakin Berbahaya
Tim relawan dari PBB terpaksa menghentikan aktivitasnya akibat salah seorang sopir yang sedang melakukan evakuasi tewas oleh serangan tank Israel. Dalam peristiwa ini dikabarkan 2 orang meninggal dunia.
"Risiko yang ditanggung para petugas medis sangat besar. Kami juga mengalami kesulitan mengevakuasi para korban akibat gedung runtuh, apalagi mengkalkulasi korban," kata petugas tim kemanusiaan PBB.
Menurut petugas tersebut, korban yang paling membutuhkan pertolongan adalah anak-anak. Hampir 65 persen dari populasi Gaza merupakan anak-anak yang saat ini tidak jelas nasibnya.
(mad/nrl)











































