"Kami mengutuk serangan yang mengarah ke Israel (dari Libanon)," ujar juru bicara Departemen Dalam Negeri AS Robert Wood di Washington, AS, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (8/1/2009).
Menurutnya penyerangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap resolusi DK PBB no 1701. Dalam kesepakatan tersebut, perang antara Israel dan Hizbullah harus dihentikan sejak 2006.
"Kami jelas tidak ingin konflik ini bertambah luas," kata Wood.
Namun serangan tersebut dibantah oleh pejuang Hizbullah. Meski sempat timbul ketegangan, namun situasi saat ini kembali terkendali.
Sebelumnya serangan roket tersebut sempat melukai 2 orang. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab. (mad/mad)











































