Kejadian ini terjadi di Long Island, New York, AS seperti diberitakan New York Daily News dan dilansir News.com.au, Kamis (8/1/2009).
Richard Batista, sang dokter bedah, memberikan satu ginjalnya untuk istrinya, Dawnell pada tahun 2001. Itu dilakukan setelah dua kali transplantasi ginjal sebelumnya gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Batista sangat kesal dengan istrinya. Apalagi karena wanita itu membatasi akses ke anak-anak mereka, yang berumur 8 tahun, 11 tahun dan 14 tahun.
"Dia menampar saya dengan berkas-berkas perceraian ketika saya sedang melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa orang lain," cetus Batista kepada koran New York Daily News.
Tampaknya tuntutan Batista tersebut mustahil terwujud. Sebab penjualan organ adalah ilegal. Demikian disampaikan pakar etika medis Robert Veatch dari Universitas Georgetown. Dikatakannya, donasi organ merupakan hadiah. Artinya, seseorang tak bisa memintanya kembali.
"Itu ginjal dia sekarang dan mengambil ginjal itu artinya dia akan menjadi lemah atau bisa membunuhnya," tutur Veatch. Diimbuhkannya, tak ada ahli bedah terpandang yang akan mau melakukan operasi pengambilan ginjal itu. Pengadilan juga tak bisa mengharuskan seseorang menjalani operasi tersebut. (ita/iy)











































