"Kebetulan ada sebagian prajurit AD yang kena musibah. Beberapa rumah dan kantor kena. Jadi kami akan berikan bantuan ke sana, saat ini sedang dalam hitungan," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo kepada wartawan di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (8/1/2009).
Menurut Agustadi, nilai kerugian akibat rusaknya sejumlah bangunan rumah dan kantor jajarannya di Papua sedang dalam penghitungan. Selain itu, sejumlah personel dari Zeni Tempur yang ada di Papua akan diturunkan guna memperbaiki sarana umum yang rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita prioritas ke dalam, konsolidasi melakukan latihan yang telah diprogramkan, untuk pengadaan akan dibatasi. Yang diutamakan rehab rumah prajurit dululah," jelasnya.
Sejumlah penggunaan anggaran yang akan dibatasi khusus untuk pembelian alutsista yang mahal. "Pokoknya senjata berat Angkatan Darat. Itu akan kita batasi tidak akan dibeli dulu," imbuhnya.
Agustadi menambahkan, latihan prajuritnya juga akan dikurangi. Latihan itu akan dilakukan di satuan saja.
"Tak ada latihan gabungan. Anggaran pertahanan AD dari Rp 16 triliun jadi Rp 15 triliun saja. Itu untuk gaji prajurit dan rutin, sisanya Rp 2,2 triliun," pungkasnya. (zal/irw)











































