Serangan Mumbai pada November 2008 lalu itu menunjukkan efektifnya serangan terkoordinir berteknologi sederhana pada sebuah kota terbuka.
Hal itu disampaikan penasihat keamanan dalam negeri Gedung Putih Ken Wainstein kepada para pembuat kebijakan dan lainnya dalam pidato di lembaga Washington Institute for Near East Policy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hal yang sangat realistis di manapun di dunia," imbuhnya. Wainstein menolak menjawab apakah ada tanda-tanda para pelaku serangan Mumbai telah berkomunikasi dengan orang-orang di AS.
Menurut pejabat-pejabat keamanan internasional, serangan Mumbai mungkin menjadi model baru terorisme. Serangan itu dilakukan 10 penyerang, yang menurut otoritas India berasal dari Pakistan. Mereka tiba dengan naik perahu dan menyebar ke beberapa lokasi seperti hotel. Mereka kemudian menyerang dan menyandera orang-orang selama beberapa hari.
Para pelaku dipersenjatai dengan senapan otomatis, granat dan peralatan global positioning. (ita/iy)











































