"Ini kan baru informasi sepihak, mereka orang Myanmar. Ada yang mengatakan Bangladesh. Memastikan dulu yang sebenarnya. Kita akan verifikasi informasi yang lebih jelas," ujar juru bicara Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Kamis (8/1/2009).
Verifikasi juga dilakukan Deplu untuk mencari tahu sebab para nelayan itu terdampar di Sabang, apakah karena mengungsi atau sebab yang lain.
"Kita juga belum bertemu mereka, ada beragam versi. Faktanya seperti apa? Ada kendala bahasa," imbuh dia.
Ketika ditanya apakah sudah berkoordinasi dengan Kedubes Myanmar atau UN High Commissioner for Refugees (UNHCR), Faizasyah mengatakan belum sejauh itu karena masih dalam tahap verifikasi.
"Pagi ini kita akan mengirim pejabat untuk menemui mereka dan berkoordinasi dengan pemda setempat," ujar Faizasyah.
(nwk/iy)











































