"Kira-kira pukul 03.00 WIB, saya diketok tetangga katanya ada kebakaran. Pas saya keluar, rumah sudah terbakar, kabel listrik menyala-nyala," kata Dimitro saat ditemui detikcom di RSCM, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2009).
Dimitro kebetulan adalah anggota keluarga salah satu korban tewas, Cipto. Saat ini, dirinya sedang menunggu jenazah Cipto dibersihkan.
Dimitro mengatakan, rumah kos itu bukan bangunan permanen. Tiap-tiap kamar hanya dipisahkan dengan kayu dan triplek.
"Ukurannya kecil, hanya cukup untuk 1 orang saja," ujarnya.
Api mengamuk di rumah kos milik R Soekamto pada Kamis dini hari. Api baru bisa dipadamkan pukul 04.00 WIB setelah 14 unit mobil pemadam dikerahkan. 8 orang tewas akibat peristiwa ini. (ken/epi)











































