"Saya mendapat laporan dan SMS. Banyak yang bilang jalanan menjadi lebih lancar. Itu bagus," kata Prijanto di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2008).
Meski demikian, ia mengakui masih ada anggota masyarakat yang belum merasakan manfaat langsung dari kebijakan tersebut. "Tapi luwih akeh sing seneng daripada seng senep (banyak yang senang daripada yang kesal)," ujar pria asal Ngawi tersebut.
Prijanto berharap masyarakat mau memaklumi jika kebijakan itu tidak langsung dapat menghilangkan kemacetan. "Kebijakan ini bukan kebijakan spektakuler yang akan menghilangkan kemacetan," imbuhnya.
Purnawirawan TNI itu mengatakan, persentase kemacetan yang berkurang hanya
berkisar 14 persen. "Masih ada 86 persen lagi yang belum terurai," jelasnya.
(alf/ken)











































