Bila datang ke Asrama Haji, akan gampang ditemui banyak kendaraan bermotor parkir di luar halaman Asrama Haji. Para penjemput jamaah haji, sebenarnya bukannya tidak mau masuk ke dalam, namun sejumlah lelaki yang berada di luar Asrama memaksa para pengendara mobil atau motor masuk ke lahan parkir liar.
"Sini-sini saja Pak. Di dalam parkir sudah penuh," teriak salah seorang pria sambil menghadang mobil salah seorang penjemput dengan tangannya, Rabu (7/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tarif resmi nggak?" tanya penjemput itu.
"Ya sudah Pak. Kalau nggak parkir di sini, silakan saja parkir di belakang," kata pria itu dengan beberapa temannya yang berdiri di depan penjemput tersebut.
Akhirnya penjemput itu pun membayar parkir liar itu. Saat melihat karcis parkir yang diberikan pria itu, ternyata hanya fotokopi karcis yang asli. Di belakang karcis itu seharusnya ada beberapa imbauan. Salah satunya kendaraan harap dikunci. Namun di karcis palsu tersebut tidak ada.
Parkir liar tidak hanya berada di depan Asrama Haji, tapi di belakang pun juga ada beberapa parkir liar.
Di dalam Asrama Haji, bahkan ada pungli bagi penjemput yang hendak masuk langsung bertemu para jamaah haji. Setiap penjemput biasanya hanya dapat melihat di pintu gerbang halaman Asrama Haji. Namun jika membayar Rp 50.000 kepada salah seorang yang tidak diketahui dari pihak mana, penjemput bisa lolos ke pintu gerbang tersebut. (gus/iy)











































