"Tim Medis dari Indonesia tidak diperbolehkan masuk ke Gaza sedangkan bantuan berupa obat-obatan, bahan makanan dan lainnya diperbolehkan ke Gaza," jelas Ketua BSMI Basuki Supartono dalam surat elektroniknya, Selasa (6/1/2009)
Hal itu disampaikan Basuki setelah bertemu pihak Kementrian luar negeri yakni Asisten Menteri Luar Negeri untuk Negara-negara Arab, Abdurahman Salehuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim BSMI dan para relawan Indonesia juga berkunjung ke Human Relief Egyptian Medical Syndicate, NGO asal Mesir, dan bertemu dengan Sekretaris Umum dr. Abd. El-Kader Hegazy. Β Β
Menurut keterangan yang dihimpun darinyam, sebanyak 50 ambulans rusak, dan beberapa rumah sakit setempat juga diminta mengosongkan para pasien karena militer Israel akan mengancurkan bangunan rumah sakit.
Selain itu, di tempat tersebut memiliki peralatan kedokteran yang sangat terbatas. Bahkan, operasi sejumlah pasien dilaksanakan di kamar-kamar rumah penduduk setempat. NGO inilah yang akan membantu agar bantuan dari Indonesia bisa dikirim ke Raffah agar diserahkan kepada para korban melalui Depkes Palestina di Gaza.Sedang menurut pihak Depkes Palestina, sampai saat ini terdapat 2.400 korban luka, dan 300 orang diantaranya severe injury. Serta sebagian pasien tersebut ditangani di rumah sakit Gaza yang berjumlah 3 rumah sakit tapi mempunyai SDM, infrastruktur, dan logistik yang sangat terbatas dan tidak memadai. (mei/ndr)











































