"Tidak ada masalah dengan pertemuan tersebut," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (6/1/2009).
Juwono menambahkan, walaupun dalam pertemuan itu perwakilan pemerintah hanya diundang tidak ada masalah. Begitu juga dengan pembahasan keamanan dan HAM di Aceh merupakan hal biasa yang mungkin terdapat dalam MoU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan tersebut dihadiri delegasi GAM yang diwakili oleh Mentroe Malik, Dr. Zaini, Zakaria Saman, Muzakir Manaf, Jahja Mu'az, Kamaruddin (Abu Razak), Ampon Nazar dan juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim Syamsuddin. Sedangkan tim dari RI di wakili oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Jalil, Duta Besar RI di Finland, Farid Husen, Sekjen Wantanas Letjen TNI Bambang Darmono, dan Dirjen Departemen hukum dan HAM.
Dalam pertemuan tersebut juga hadir dari IPI/Interpeace, yaitu Juha Cristensen dan Robert (Swedia), Pieter Fieth Ketua AMM (Aceh Monitoring Mission).
Sementara itu, pihak TNI seperti yang disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tambun mengaku belum tahu ada pertemuan itu. "Kita belum tahu soal adanya pertemuan itu, tapi karena ada unsur Deplu di situ kita yakin bahwa itu bagian dari usaha untuk mencari perdamaian," jelasnya saat dihubungi via telepon. (zal/gah)











































