Aksi demo ini digelar, Selasa (6/01/2009) di luar pagar Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Massa merupakan gabungan aktivis Serikat Tani Riau (STR), aktivis lingkungan Walhi dan Jikalahari. Mereka kecewa terhadap Kapolda Riau, yang telah mengeluarkan SP3 untuk 13 perusahaan di Riau.
"Kapolda Riau telah menyakiti hati rakyat dengan mengeluarkan SP3 terhadap 13 perusahaan itu. Ini bukti Brigjen Haditmoko tidak serius menegakkan hukum bidang lingkungan dan kehutanan. Lagian mana ada SP3 yang diberikan gratis, maling ayam saja mau diSP3kan mesti bayar," teriak pendemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapolda Riau bukan berpihak pada rakyat, tapi malah menjadi suruhan perusahaan. Baru kali ini ada Kapolda yang main hantam kromo. Bertindak seakan berdasarkan peraturan, tapi faktanya bertindak karena kepentingan perusahaan. Mengorbankan rakyat demi kepentingan perusahaan," teriak pendemo.
Aksi demo yang membawa spanduk raksasa ini hanya dapat bertahan di depan pintu gerbang Polda Riau. Mereka tidak diizinkan masuk ke halaman. Sehingga mereka hanya dapat berorasi badan jalan Sudirman, yang membuat arus lalu lintas macet di depan Polda Riau.
Sekitar 2 jam mereka berorasi, tidak mendapat tanggapan apapun dari pihak kepolisian. Selanjutnya para pendemo ini melanjutkan aksinya ke Kantor Gubernur Riau yang posisinya berhadapan dengan Mapolda Riau. Sekali tiga uang seperti polisi, di Kantor Gubernur Riau mereka juga tidak digubris. (cha/djo)











































