Dugaan tersebut berdasarkan pengakuan Sarimin, warga Desa Cempakuah, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Sarimin yang tak lain adalah anak Museri, yakin bahwa potongan mayat yang ditemukan tersebut adalah ayahnya.
Keyakinan Sarimin itu berdasarkan ciri-ciri fisik yang ditemukan pada potongan mayat tersebut. Menurut Sarimin, bapaknya memang sudah beberapa hari ini hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, petugas Polwil Banyumas yang menangani kasus ini tidak begitu saja mempercayai keterangan Sarimin. Mereka masih akan melakukan serangkaian tindakan untuk memastikan bahwa mayat tersebut benar-benar Museri. Salah satunya dengan melakukan tes DNA.
Bukan Korban Mutilasi
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo kembali menegaskan potongan mayat di Baturaden bukan korban mutilasi. Mayat korban terpotong-potong karena memang sudah dalam kondisi busuk.
"Menurut penelitian tim kami tidak ada indikasi itu korban mutilasi. Kita belum bisa mengatakan penyebab tewasnya korban ini, namun kemungkinan korban sudah meninggal sejak 12 hari lalu. Mayatnya membusuk dan hancur terseret air jadi berceceran," kata Alex.
(djo/djo)











































