Ditegaskan Mahathir, masyarakat harus mengambil tindakan terhadap AS atas dukungannya pada Israel yang tengah melakukan agresi militer di Gaza.
"Jika kita berhenti menerima mata uang AS, maka AS tak bisa berdagang dan tak bisa menghasilkan uang. Negara itu akan menjadi sangat miskin dan akan terpaksa menghentikan produksi senjata yang lebih banyak untuk membunuh orang-orang," cetus Mahathir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat harus bertindak... masyarakat tak akan mati jika mereka tidak minum Coca-Cola," tutur Mahathir seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/1/2009).
Mahathir mengkritik pemerintah AS karena menggagalkan resolusi PBB yang menyerukan penghentian aksi militer Israel di Gaza.
Setidaknya 510 warga Palestina telah tewas sejak militer Israel melancarkan agresinya pada 27 Desember lalu. Serangan militer itu kebanyakan menewaskan warga sipil Palestina. Pemerintah Israel berdalih bahwa serangan itu dilakukan untuk menghentikan serangan roket yang kerap dilancarkan kelompok Hamas terhadap Israel. (ita/iy)











































