Panetta adalah mantan kepala staf Gedung Putih era presiden Bill Clinton selama tahun 1994 hingga 1997. Latar belakang Panetta agak unik. Selama berkecimpung di parlemen AS dan pemerintahan presiden Bill Clinton, ia aktif di bidang anggaran dan keuangan.
Panetta yang tidak memiliki latar belakang intelijen ini, dipilih Obama untuk membawa kesegaran baru. Pemilihannya diyakini akan membantu Obama meyakinkan para kritikus yang khawatir kepemimpinan dinas intelijen didominasi oleh kalangan militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panetta akan bekerja dibawah kordinasi Dennis Blair. Mantan komandan Angkatan Laut AS di Laut Pasifik tahun 1999 hingga 2002 itu, ditunjuk Obama untuk memimpin Director of National Intelligence (DNI).
DNI adalah badan yang dibentuk oleh Kongres AS tahun 2004 silam, dengan misi utama mematahkan sekat-sekat diantara badan-badan intelijen AS, dan membuatnya beroperasi bersama-sama.
Kerjasama Panetta dengan Blair akan sangat menarik untuk dicermati. Sebab, saat ini pemimpin komunitas intelijen AS dipegang oleh pensiunan atau pejabat militer aktif.
"Akan sangat menarik melihat bagaimana hubungan antara Blair dan Panetta terbangun," ujar Lewis lagi.
Obama memang belum secara resmi mengumumkan penunjukkan Panetta dan Blair. Namun, petinggi partai Demokrat dan pemerintahan transisi telah mengofirmasi penunjukkan keduanya.
(Rez/rdf)











































