Banjir Rendam 66 Desa di Kutai Kartanegara

Banjir Rendam 66 Desa di Kutai Kartanegara

- detikNews
Selasa, 06 Jan 2009 05:10 WIB
Banjir Rendam 66 Desa di Kutai Kartanegara
Samarinda - Banjir merendam 66 desa di 9 kecamatan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam 2 bulan terakhir. Selama itu pula ketinggian air belum menunjukkan penurunan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat banjir telah merendam 8.564 rumah yang dihuni 22.798 jiwa. Bahkan ketinggian air hingga 3 meter yang
terjadi di Kecamatan Muara Wis, Kecamatan Kenohan dan Kecamatan Tabang
telah melumpuhkan aktivitas perekonomian warga.

"Terpaksa warga di ketiga kecamatan itu tidak bisa berbuat apa-apa," kata Kepala Badan Kesbang Linmas Kabupaten Kutai Kartanegara Darmansyah ketika ditemui detikcom di kantornya di Tenggarong, Senin (5/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain rumah warga, banjir juga merendam 5 bangunan kantor, 2 Puskesmas, 25 bangunan sekolah SD dan SMP di 9 kecamatan tersebut. Dikhawatirkan banjir akan semakin parah menyusul curah hujan yang tinggi masih terus terjadi hingga bulan Februari mendatang.

"Untuk pelajar yang menggelar ujian sekolah mulai hari ini kami buatkan tenda-tenda penampungan agar ujian tetap dapat berlangsung," ujar Darmansyah.

Informasi yang dihimpun detikcom di lokasi banjir Desa Muara Kaman Ilir Kecamatan Muara Kaman, banjir merendam ribuan rumah warga dengan ketinggian 1,5-2 meter. Tidak ada aktivitas di sejumlah bangunan Masjid, Polsek Muara Kaman hingga bangunan sekolah SD dan SMP.

Warga pun menggunakan perahu tradisional hingga perahu motor sebagai sarana transportasi. Warga yang ditemui mengaku banjir kali ini adalah banjir yang terjadi setiap tahunnya.

"Setiap tahun (banjir seperti ini). Ya sudah biasa. Tapi ya itu, belum ada bantuan terutama beras," kata Zainudin, warga desa Muara Kaman Ilir.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Badan Kesbang Linmas Kabupaten Kutai Kartanegara Darmansyah kembali menegaskan Pemkab sudah menyalurkan bantuan berupa makanan, beras hingga mie instan yang dipasok ke unit Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) baik tingkat desa maupun kecamatan.

"Korban banjir sesuai dengan laporan mereka (Satkorlak PB)," kilah Darmansyah

(rdf/rdf)


Berita Terkait