Sabtu pekan lalu (3/01/2009), sebut saja Mawar (16), terlibat cekcok dengan ibunya di rumah. Tak tahan mendengar omelan ibunya, Mawar memilih kabur dari rumah ditemani sang pacar.
Kabur dari rumahnya selepas magrib, keduanya singgah di lokasi tanah kosong yang di atasnya berdiri bangunan bertingkat setengah jadi di Jl Tendean, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua satpam itu lantas memisahkan Mawar dari pacarnya. Dalam keadaan takut, Mawar digiring ke bagian bangunan yang tertutup. Di situ ia diperkosa secara bergilir oleh kedua satpam.
Puas mememerkosa Mawar, keduanya lalu memukuli pacar Mawar hingga babak belur dan memaksa mengakui kalau dialah yang memerkosa Mawar.
Selang dua hari dari kejadian tersebut, Mawar dan pacarnya memberanikan diri melaporkan ulah 2 satpam itu ke Polres Jakarta Selatan.
Setelah menerima laporan, personil Polres Jakarta Selatan dan belasan orang anggota ormas kepemudaan dimana pacar Mawar menjadi anggotanya, langsung melakukan pemburuan. Tanpa perlawanan berarti kedua satpam itu diringkus dan dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan.
"Ya, ditangkap jam 20.30 WIB tadi. Keduanya sedang diperiksa," kata seorang petugas di Mapolres Jakarta Selatan, Senin malam (5/1/2009).
Petugas juga menyebutkan, Mawar dan pacarnya ikut serta dalam proses penangkapan kedua satpam itu.
Akibat ulah sadisnya, kedua satpam itu dipastikan akan melewati hari-harinya di lantai dingin sel Polres Jaksel.
(Rez/rdf)











































