Tim ini tiba pukul 18.40 waktu setempat, Minggu (4/1/2008). Awalnya Tim Advance direncanakan tiba pada pukul 14.00 siang. Namun pihak keamanan pelabuhan Aqaba, Jordania, belum mengizinkan kapal pesiar yang mengangkut para delegasi sebelum mendapatkan persetujuan dari pihak keamanan (State Security) Mesir.
Setelah Tim KBRI Cairo yang diketuai Fungsi Politik KBRI Cairo, Burhanuddin bersama Fungsi Protkons, Thomas Siregar, dan Sekretaris I Politik KBRI Cairo, Charnadi Trido Saputro, melakukan komunikasi dengan pihak State Security Cairo, pihak Pers Center dan KBRI Cairo, barulah delegasi Indonesia dapat memasuki kawasan perairan Taba, Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
equipment.
"Kamera-kamera sebanyak ini untuk meliput apa?" Tanya petugas imigrasi.
Dengan lugas Iman Hilmanuddin, Staf Atase Pertahanan KBRI Cairo menjawab bahwa para wartawan dari Indonesia ini bertugas untuk meliput kegiatan Tim Advance bantuan Indonesia untuk Gaza.
Tepat pukul 04.00 pagi, delegasi tiba di KBRI Cairo di kawasan Garden City setelah menempuh perjalanan 9 jam dari Taba ke Cairo dengan pengawalan seorang polisi pariwisata.
Pada pukul 08.00 hari Senin (05/01/2009) delegasi RI bertemu dengan Duta Besar RI, AM Fachir di Wisma Duta. Pada pukul 11.00 delegasi RI beserta pejabat KBRI Cairo akan bertemu dengan Kemenlu Mesir untuk mendapatkan persetujuan dan arahan dari Pemerintah Mesir.Arahan tersebut berkisar soal penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza serta usulan rencana pembuatan field hospital di sekitar Al Arish yang lokasinya berdekatan dengan perbatasan Rafah.
(rdf/rdf)











































