"Denny JA menomorsatukan PDIP, Syaiful Mujani menomorsatukan Demokrat. Survei dibuat bersama, ini apa penjelasannya?" ujar Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah.
Fahri mengatakan hal itu usai dialog awal tahun bertajuk 'Menakar Awal Masa Depan Pemberantasan Korupsi' di JMC, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai konsultan yang sudah tentu membayar mereka. Untuk membahagiakan kader dan membentuk opini publik bahwa partai itu akan menang," jelas dia.
Fahri juga mensinyalir, lembaga survei melakukan transaksi dengan parpol dan memanipulasi metodologi ilmu pengetahuan.
"Jadi mereka melakukan transaksi dan memanipulasi metodologi ilmu pengetahuan karena mereka punya perjanjian dagang. Hati-hati loh. Ya ini harus dimintai pertanggungjawabannya," pungkasnya.
Terakhir dalam survei LSI, suara PKS diprediksi jeblok. PKS berada di urutan kelima, berada di bawah PKB. PD menempati posisi tertinggi disusul PDIP dan Golkar.
(nik/iy)











































