"Profesinya macam-macam. Ada yang swasta, ada juga yang PNS," kata Karel, salah satu petugas posko Jihad FPI, di Kantor Pusat FPI, Jl Petamburan III, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2009).
Dari jumlah itu, calon relawan berasal dari seantero Jabodetabek. Bahkan sejumlah calon mujahidin datang dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ada yang datang langsung ataupun lewat surat.
"Saya tertarik ikut berjihad karena iman. Kalau tidak jadi relawan perang, cukuplah jadi relawan kemanusiaan, " ucap calon pendaftar asal Subang, Jawa Barat, yang enggan dikutip namanya.
Usai dites kesehatan, para calon mujahidin akan digembleng fisik. Sejumlah latihan militer dan perang akan diajarkan untuk bekal ke medan perang.
"Untuk latihannya sekitar 10 hari. Kalau lulus, kita berangkatkan ke medan jihad," imbuh Karel. (Ari/gah)











































