Hal ini diakui oleh Kepala SAR Bali Ketut Parwa serta Koordinator Balawista Badung Made Suparka. Disebutkan, jumlah penjaga pantai dan petugas SAR tidak sebanding dengan panjang garis pantai Bali yang mencapai 436,5 kilometer.
Saat ini jumlah petugas SAR di Bali sebanyak 75 orang, sedangkan penjaga pantai (Bala Penyelamat Wisata Tirta/Balawista) sebanyak 150 orang. Sebanyak 101 orang tersebar di pantai kawasan Badung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap pos dijaga oleh enam orang. Jumlah itu belum mencukupi," kata Suparka.
Hal serupa terjadi di pantai wilayah Gianyar. Pantai sepanjang 12 km hanya diawasi oleh sebanyak delapan orang yang bermarkas di pantai Lebih. Sedangkan pantai di kawasan Lebih, Cucukan, Masceti, Keramas, Saba, Purnama, Rangkan dan, Pantai Ketewel belum mendapat pengamanan. Pantai ini ramai dikunjungi warga saat upacara.
"Kita juga mengharapkan pemerintah melakukan sosialisai pengamanan keamanan pantai secara swadaya, seperti pemberlakuan bendera tanda bahaya dan larangan berenang di kawasan pantai yang rawan bahaya," kata Parwa.
Diketahui, 10 korban jiwa meninggal ditelan keganasan ombak di Bali. Lima pelajar tewas di pantai Bonian, Tabanan. Dua korban tewas di pantai Padanggalak, Sanur, Denpasar. Serta tiga warga Bangli ditemukan tewas tergulung ombak di Pantai Masceti, Gianyar. (gds/djo)











































