Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Dr H. Haedar Nashir kepada wartawan seusai rapat koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di kantor Jl Cik Ditiro, Yogyakarta, Senin (5/1/2008).
"Agresi militer ini menunjukkan kepongahan dan kesombongan negara Yahudi. Karena itu kita mendukung sikap pemerintah RI mengutuk keras aksi brutal dan biadab itu," tegas Haedar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
senjata atau berperang secara bersama.
"Israel memang tidak bisa dilawan sendiri-sendiri oleh negara Islam, karena persenjataan mereka juga lebih kuat dan lengkap. Namun ini saatnya bagi negara-negara seperti Mesir, Syria ataupun Iran untuk bersatu berperang
bersama," ungkap Haedar didampingi ketua PP Muhammadiyah, H. Yunahar Ilyas.
Muhammadiyah juga mendesak Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi dan mengambil tindakan tegas
dengan memberikan saksi berat terhadap Israel. PBB tidak cukup menyerukan saja, tapi harus berani meminta Israel segera menghentikan serangan tanpa syarat dan tidak mengulangi lagi di masa datang.
Menurut dia, sampai saat ini negara-negara barat lebih condong membela kepentingan Israel dalam penyelesaian konflik dengan Palestina. Oleh karena itu, pihaknya juga pesimis dengan sikap Presiden AS Barack Obama dalam menyelesaikan masalah tersebut.
"Meski ini sulit dilakukan, tapi harus dilakukan. Sebab selama ini PBB tidak pernah berbuat adil terhadap Israel terutama dalam konflik dengan Palestina," katanya.
Umat Islam dan masyarakat Indonesia umumnya diharapkan menggalang kekuatan dengan memberikan dukungan moral. Pengiriman bantuan ke jalur Gaza lebih baik berupa bantuan kemanusiaan bukan relawan. Sebab
persoalan Palestina tidak bisa diselesaikan dengan berperang atau mengangkat senjata saja.
"Kita tak perlu mengirim relawan untuk ikut berperang di sana. Israel tak bisa dilawan dengan bela diri saja. Pesawat-pesawat Israel terus membombardir. Yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan bantuan kemanusiaan," pungkas Haedar. (bgs/djo)











































