"Itulah namanya mengubah kebiasaan. Saya paham kecenderungan manusia memang menentang perubahan," ujar Prijanto sebelum rapat paripurna DPRD di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2009).
Meski banyak pro dan kontra, mantan Asisten Teritorial (Aster) KSAD ini juga yakin kebijakan ini akan berhasil memecahkan kemacetan. "Tapi ini akan selalu kami evaluasi," kata Prijanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu penerapan di sekolah juga belum diketatkan. Seperti SMA 68 Jakarta yang tetap memperbolehkan masuk muridnya yang datang terlambat pada pukul 07.00 WIB.
Bahkan, di SMA 70 Jakarta, puluhan anak sekolah yang datang terlambat diperbolehkan ikut pelajaran jam kedua. (nik/iy)










































