"Ini tidak normal," ujar Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Zakir ketika dihubungi detikcom, Senin (5/1/2009).
Zakir menjelaskan, kondisi panas ini disebabkan angin yang bertiup kencang. Angin yang bertiup ini alih-alih membuat awan menurunkan hujan, formasi awan yang membawa uap air itu malah pudar dan hilang. Kelembaban pun menjadi rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena formasi awan pudar dan hilang, maka awan berkurang. Hasilnya, awan-awan yang membantu menyerap radiasi sinar Matahari itu kali ini sedikit saja bisa menyerap.
"Awan sedikit menyerap, dan radiasi langsung mencapai ke bumi. Kita berharap pekan ini akan berakhir kondisinya," lanjut Zakir. (nwk/nrl)
