Jenazahnya ditemukan Minggu (4/1/2009) sekitar pukul 10.00 WITA di sebuah tempat usaha jasa perbaikan peralatan elektronik di Jl KH Wahid Hasyim, tak jauh dari rumahnya.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, jenazah Rudi ditemukan dalam kondisi leher membiru bekas jeratan dan tergantung tali nilon di plafon tempat usaha jasa perbaikan elektronik tersebut. Tempat tersebut diketahui seringkali menjadi tempat nongkrong Rudi bersama rekan-rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui jelas motif aksi gantung diri Rudi. Namun dari keterangan yang diperoleh detikcom, aksi nekat itu terkait himpitan ekonomi. Di rumahnya, Rudi hanya tinggal bersama dengan Ibunya yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).
"Ibunya keluar rumah bekerja jam 6 pagi dan pulang malam," kata Amri, salah seorang tetangga Rudi.
Sementara pemilik tempat usaha jasa perbaikan elektronik tersebut, Syaiful Rahman (30), mengaku terkejut Rudi yang dikenalnya sebagai sosok luwes dalam pergaulan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
"Memang sering dia main ke tempat saya. Saya nggak tahu menahu kenapa dia sampai gantung diri seperti itu. Mungkin karena dia itu memang tertutup soal pribadinya," aku Syaiful.
Sore tadi, jenazah Rudi dimakamkan di Pekuburan Muslimin Jl KH Wahid Hasyim setelah sebelum dilakukan visum luar oleh medis RSUD Abdul Wahab Syacharanie Samarinda. Sementara Kapolsekta Samarinda Utara AKP
Andrias Susanto ketika dikonfirmasi memastikan Rudi meninggal dunia akibat gantung diri.
"Ya, korban meninggal dengan gantung diri. Diduga kuat karena desakan ekonomi," kata Andrias.
(nrl/nrl)











































