Sepekan setelah Israel melancarkan serangan udaranya ke Palestina dengan tujuan mengakhiri serangan roket-roket Hamas yang dilancarkan dari bagian selatan kota Gaza, tetap sulit dipahami meskipun upaya-upaya diplomatik telah dilakukan.
"Serangan udara malam hari di Jalur Gaza telah menewaskan pemimpin senior sayap militer Hamas Abu Zakaria Al-Jamal," kata seorang pemimpin kelompok Islam tersebut seperti dilansir Reuters, Sabtu (3/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS telah menyatakan keinginannya atas sebuah gencatan senjata dalam pengawasan internasional yang akan memastikan kelompok Islam ini tidak akan mempersenjatai lagi.
Tapi di Damaskus, Suriah, pemimpin Hamas Khaled Meshaal menyuarakan penentangannya.
"Kami sudah siap untuk menghadapi tantangan, ini adalah peperangan yang dipaksakan pada kami dan kami yakin kami akan mencapai kemenangan karena kami telah membuat persiapan," ucap Meshaal dalam penampilannya di stasiun televisi setempat.
Kantor resmi pemerintahan Palestina telah mengatakan kepada Reuters, Mesir telah memulai pembicaraan dengan Hamas untuk menghentikan perlawanan.
Petugas medis Jalur Gaza menyebutkan jumlah korban sedikitnya 429 orang tewas dan 2.000 orang lainnya luka-luka. Perwakilan PBB mengatakan lebih dari setengah yang terbunuh itu adalah warga sipil.
(Rez/gah)











































