"Kita tidak menghalangi kalau ada ormas-ormas Islam yang ingin mengirim relawan kesana. Tapi hemat kami seharusnya yang dikirim adalah tentara yang terlatih di medan perang," ungkap Wakil jubir HTI Farid Wajdi dalam diskusi 'Konflik Palestina-Israel' di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (3/1/2009).
Tanpa bermaksud mengecilkan kemampuan relawan jihad, Farid pun berpendapat bahwa tidak akan mudah menghadapi Israel di Jalur Gaza. Sebab, yang akan dihadapi para relawan jihad itu adalah tentara-tentara negeri Yahudi dengan persenjataannya yang lengkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah tidak pada tempatnya menghalangi pengiriman relawan jihad ke sana, karena itu solidaritas mereka sesama muslim," terangnya lagi.
HTI sendiri, lanjut Farid, tidak akan mengoptimalkan kekuatannya untuk mengirim relawan. Organisasi berbendera hitam bertuliskan bahasa arab ini hanya akan mendesak agar pemerintah Indonesia mau mengirimkan TNI kesana.
"Kita bisa mengirim tentara ke Lebanon, kenapa ke Palestina tidak bisa ?!" imbuhnya.
Ia juga mengimbau agar seluruh negeri-negeri di timur-tengah membantu perjuangan warga Jalur Gaza menghadapi Israel dengan mengirimkan tentaranya.
"Negara-negara seperti Suriah, Irak, Iran, Yordania seharusnya ikut mengirim tentara ke sana guna menghadapi penjajahan Israel di tanah Palestina," tambahnya lagi. (Rez/gah)










































