Seperti yang terjadi pada rombongan keluarga Atif Irfan. Ia bersama 8 orang kerabat muslim lainnya, harus menelan kekecewaan karena tidak bisa melanjutkan penerbangan akibat 'dicurigai' sebagai teroris.
"Mereka hanya bilang ada masalah keamanan, lalu kami diperiksa dan diizinkan untuk memesan tiket lagi. Tapi setelah itu tidak ada klarifikasi kembali," ujar kakak Atif, Kashif Irfan saat diwawancarai CNN sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (2/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak AirTran menurunkan mereka untuk diperiksa ulang oleh pihak keamanan bandara. Namun setelah dinyatakan bersih, rombongan tersebut tetap tidak diizinkan untuk terbang.
"Kami dilarang terbang karena penampilan kami," kata Kashif.
Menurut Kashif, seluruh rombongan merupakan warga keturunan muslim yang lahir di AS. Lima dari 6 orang dewasa yang turut dalam rombongan merupakan warga keturunan Asia.
"Seluruhnya tampil dalam busana muslim. Kaum pria berjenggot dan wanita berjilbab," jelasnya.
Sementara itu, pihak AirTran mengaku sudah memberi tiket tambahan bagi 6 penumpang dalam rombongan tersebut ke Florida. Namun 3 penumpang lainnya harus diamankan oleh petugas bandara, karena mengeluarkan perkataan yang tidak pantas. (mad/mad)











































