"Kampanye itu sama dengan membuat orang jatuh hati, jatuh cinta. Apa itu jatuh cinta? Pertama kenal, jadi senang, lalu memilih. Agar dikenal, maka ada bendera. Jadi benderanya dipasang agar orang kenal," kata Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK).
Hal tersebut dia sampaikan dalam temu dialog dengan ratusan orang kader dan caleg Partai Golkar di Bali. Acara yang juga dihadiri Ketua Dewan Pengarah Partai Golkar, Surya Paloh, itu berlangsung di Balai Budaya, Gianyar, Bali, Jumat (2/1/2009).
Ketika tiba di Gianyar, JK mengaku sempat gusar mengetahui betapa sedikit bendera warna kuning khas Golkar yang terpasang di sepanjang jalan yang dilaluinya. Masih sangat kalah banyak jumlahnya bila dibandingkan bendera warna merah milik salah satu partai politik saingan.
"Waktu saya tiba di Tampak Siring kurang bendera kuning. Tapi sore-sore saya keluar (istana Tampak Siring) sudah banyak bendera kuning kelihatan. Saya berterimakasih," ujar dia.
Bagi parpol sebesar Golkar, tentu saja fungsi pengibaran bendera bukan sekedar perkenalkan diri atau memberitahukan keberadaan. Melainkan untuk keperluan pencitraan sebagai parpol terbaik yang mempersatukan bangsa serta mengobarkan semangat para caleg dan kader menghadapi Pemilu 2009.
"Nanti begitu bantuan logistik bendera dan baliho dari pusat sudah datang, harus dipasang secara simultan. Kuning tidak boleh kurang dari bendera partai lain. Ini penting, lewat mata turun ke hati," tandas JK. (lh/asy)











































