"Tapi pergerakan mereka sudah dipersempit karena sudah banyak yang ketahuan seperti kasus di Plumpang dan Palembang. Ini semua karena kewaspadaan dan kesiapsediaan aparat keamanan," kata pengamat intelijen Wawan H Purwanto di Jakarta, Kamis (1/1/2009).
Walau ancaman terorisme di tahun 2009 berskala kecil, kata Wawan,Β pemerintah harus tetap mengambil langkah antisipasi seperti serangan di Mumbai melalui konsolidasi dan latihan gabungan, sekaligus pengamanan Pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait serangan Israel ke Palestina yang akan memicu munculnya aksi terorisme dan kekerasan di Indonesia, Wawan menilai, kemungkinan kaitannya ada.
"Panasnya situasi di Timur Tengah, khususnya di Palestina memang membahayakan ke mana-mana. Ini yang menjadi kekhawatiran dan bila tidak ada jalur yang cukup untuk meredakan ketegangan dan tidak ada katup pengamanan di dalam negeri maka
dampaknya luar biasa," beber dia.
Wawan berharap, semua pihak, kelompok dan kalangan di Indonesia bisa menahan diri dan tidak terpancing. "Tapi tetap harus rasional dalam menyikapi sesuatu," kata dia.
Wawan juga memprediksi konflik sosial akan terjadi dalam bentuk penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah agama tertentu, perkelahian antarwarga, aksi-aksi masalah pertanahan, pro kontra dalam merespon RUU Anti Pornografi.
Demikian juga masalah perburuhan, seperti protes terhadap terbitnya SKB 4 Menteri yang dianggap tidak proburuh.
Selain itu, lanjut dia, kegiatan parpol akan terjadi manuver-manuver partai politik menggunakan media sebagai ajang sosialisasi dan kampanye profil maupun calon presiden tersebut.
Konflik pilkada juga mewarnai tahun 2009, namun dapat secara bertahap dapat diatasi, tetapi masih menyiksakan derita arus berbagai aksi kekerasan dan perusakan.
Ditambahkan Wawan, gerakan separatisme tetap ada meskipun sampai saat ini dapat diatasi dengan pendekatan-pendekatan kesejahteraan dan dialog guna merespon suara masyarakat. Namun, ada pihak-pihak yang terus menggunakan jaringan internasional guna mencari dukungan gerakan ini masih terus berlangsung di tahun 2009. (zal/aan)











































