Seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (1/1/2009), beberapa korban merupakan warga asing. Salah satu yang sudah teridentifikasi adalah seorang warga Singapura bernama Teo Sze Siong.
Namun pihak forensik belum berhasil mengidentifikasi sekitar 30 korban karena tidak ada kartu identitas atau dokumen yang ditemukan.
Sementara itu beberapa warga asing dari Jepang, Australia, Belanda, dan Prancis mengalami luka-luka cukup parah. Mereka saat ini dirawat di rumah sakit di Bangkok.
Bahkan seorang pria Jepang berusia 25 tahun saat ini dalam kondisi sangat kritis. Tubuhnya terbakar 40 persen dan harus dirawat intensif. Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva pun telah menengok sejumlah korban luka di rumah sakit.
Hingga kini pihak berwenang belum bisa memastikan apa penyebab ledakan dan api yang menjalar cepat itu. Beberapa sumber mengatakan, api berasal dari kembang api, namun sumber lainnya menyebut, insiden malam pergantian baru itu karena korsleting listrik. (ken/nrl)











































