"Disini, tidak ada pesta tahun baru masehi. Tidak ada seperti di Indonesia atau di dunia. Kalau tahun baru ya seperti biasa saja. Tahun baru hijriyah aja tidak boleh pesta kok, hanya acara di TV biasanya," kata mukimin asal Madura yang sudah puluhan tahun tinggal di Arab Saudi, muhammad ali pada detikcom, kamis (1/1/2009).
Pantauan detikcom di semua stasiun tv, yang disiarkan di Arab Saudi, seperti Aljazeera, tv saudi, dan tv-tv lainnya juga tidak ada acara siaran langsung tahu baru, sebagaimana yang dilakukan di Indonesia.
Acara Aljazeera tetap dengan programnya tentang serangan Israel ke Jalur Gaza yang diberi judul 'Gaza tahta nar'(Neraka Gaza). Sementara tv-tv lainnya menyiarkan sepakbola dan film.
Sementara pantauan langsung detikcom di jantung Kota Madinah, aktivitas warga, tidak tampak perbedaan dari malam-malam sebelumnya, yang sepi. Hanya para pedagang yang masih menjajakan jualannya karena masih ada beberapa jamaah haji yang akan membeli oleh-oleh.
Jamaah haji dari Asia dan Eropa seperti Turki yang biasanya menggelar tradisi pesta tahun baru di negaranya, terlihat lebih banyak menuju Masjid Nabawi. Mereka berebut untuk bisa masuk ke raudah guna berdoa dan berzikir agar diberikan kemudahan dalam menjalani hidup di tahun 2009 ini.
"Kalau di Indonesia, biasanya saya keluar sama keluarga kalau malam tahun baru. Kalau disini, mumpung dekat dengan raudah, saya kesana saja. Berdoa dan zikir," kata jamaah haji sal Jakarta, Sofwan Hakim.
Hal yang sama juga disampaikan oleh jamaah haji asal Surabaya, Abdul Karim. Menurutnya, tahun baru harus dijadikan momentum untuk mengoreksi diri selama setahun yang lalu. Hal ini sangat penting untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya agar tak diulang ditahun-tahun mendatang.
"Saya tidak suka kalau tahun baru itu dengan pesta-pesta. Makanya mumpung di Madinah, lebih baik saya berdizir sambil mengoreksi dosa-dosa saya," tutur Karim. (yid/ndr)











































