Seperti dikutip AFP, Kamis (1/1/2009), antara lain Mesir, Jordania, Uni Emirat Arab, dan Syiria meniadakan segala macam perayaan. Padahal sebelumnya, rencana di kota-kota di negara itu telah disiapkan, dengan pagelaran konser musik.
Memang, keputusan ini diambil sebagai hasil dari pertemuan liga Arab. Tindakan ini sebagai respons atas penyerangan Israel yang telah menewaskan 390 warga Palestina.
"Sebagai solidaritas tas penderitaan warga Palestina dan pembantaian yang terjadi di Gaza. Kemnetrian Kebudayaan dan Informasi meniadakan pesat tahun baru," ujar seorang pejabat di Mesir.
Sedang di Jordania, acara di sejumlah hotel bintang lima pun demikian, dibatalkan. "Ini sebagai solidaritas bagi warga di Gaza," kata Ketua Asosiasi Hotel di Jordania, Michael Nazzal.
Warga di Jordania, umumnya merayakan dengan menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas. (ndr/anw)











































