Hal itu diungkapkan Amien Rais dalam acara pengajian Refleksi Akhir Tahun di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (31/12/2008) malam.
"Di tahun 2009, rakyat harus bisa menentukan, 'change atau kontinuitas. Berubah atau hanya meneruskan saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau memilih Mega atau SBY itu ibarat memilih Rp 100 atau 10 x 10.Β Dua-duanya hampir sama saja," kata Amien.
Dia kemudian bercerita ketika menghadiri acara pertemuan yang digelar PPP beberapa waktu lalu di Jakarta. Saat itu dia mengusulkan adanya poros penyelamatan bangsa namun bukan semacam poros tengah. Poros ini bertujuan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia agar tidak tunduk lagi pada kekuatan neoliberal atau kaum kapitalisme seperti IMF, Bank Dunia dan lain-lain.
"Contohnya AS yang nyata-nyata telah ambruk terkena krisis. Negara yang sudah jatuh kok Indonesia masih saja mau mengikuti," tegas dia.
Dia juga mengingatkan PPP sebagai partai papan tengah, hendaknya jangan sampai menjadi partai rental seperti yang terjadi dalam kasus pilkada di beberapa daerah.
"Meski partainya menang, malah tidak mencalonkan. Namun memilih orang lain dari partai lain pula. Saya ikut anda tapi anda akan memberikan apa pada saya. Ini benar terjadi dan sungguh nista," ungkap mantan Ketua PP Muhammadiyah itu. (bgs/ndr)










































